Indonesian Waste Water Treatment (WWT) Forum

Home » Knowledge » Bikin “anaerobic pilot plant”

Bikin “anaerobic pilot plant”

Blog Stats

  • 19,045 hits
March 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Archives – Arsip

Alhamdulillah…

Hari ini Rabu, 10 Maret 2010 sudah mulai membuat Anaerobic Pilot plant.Untuk tahapan awal saya design dengan Volumetric Loading Rate (VLR) sebesar 5 kg COD/m3.day saja dulu…

Ada beberapa kunci dasar di dalam membuat anaerobic system :

1. SETTLER – alat untuk memisahkan antara gas, cair dan padat. Biogas bisa terkumpul dan di alirkan dalam satu jalur. Cair bisa di pisahkan antara limbah influent dan effluent, sedangkan padat adalah menjaga populasi bakteri agar tidak banyak terbuang di effluent.

2. IDS (internal distribution system)

3. Flare…

4. dst…


4 Comments

  1. Selamat pagi pak,
    Saya (Ferry Syaflansein) dari pabrik Tapioka di Sumut, dan saat ini kami sedang membangun lagi pabrik baru dg kapasitas 20T/jam ubi masuk. Saya ingin berkenalan dg bapak untuk sharing, kami belum mempunyai desin utk IPAL, bisakah bapak membantu utk membuatkannya.
    Saya dapat dihubungi melalui hp : +62 811755176.
    Demikian atas perhatiannya terima kasih

    regards,

    Ferry Syaflansein
    General Manager
    Kebun & Pabrik Tapioka
    PT. Hutahaean
    Sumatera Utara.

  2. Erik says:

    Siang pa..
    Maaf sebelumnya mengganggu. Perkenalkan saya Erik mahasiswa dari Untirta. Saya mau bertanya pa,, Hubungan nya SRT dengan jumlah gas metana yg dihasilkan dan kadar COD effluent itu bagaimana ya ?. Mohon bantuannya pa.
    Terimakasih

  3. dwihandaya says:

    Mas Erik, produksi biogas akan berjalan lancar seandainya reaksi biologic system anaerobic berjalan sempurna melalui empat tahapan. Hydrolisa, acidifikasi, acetogenasi, methanogenasi. Jumlah gas methane yang di hasilkan lebih dekat di hitung dari konversi COD load. Sekitar 40% COD load akan terkonversi menjadi biogas, sedangkan komposisi biogas terdiri dari gas methane dan gas CO2. SRT sludge retention time tidak ada hubungan langsung dengan pembentukan biogas. Perbedaan SRT lebih di pengaruhi dari type anaerobic yang mau di pilih. Ada 4 type anaerobic yaitu CSTR, Anaerobic filter, UASB dan expanded. Semakin baru teknologi yang di pergunakan mempunyai waktu tinggal yang lebih pendek, namun selagi 4 proses anaerobic berjalan sempurna, maka pembentukan biogas akan sama jumlahnya.

  4. Erik says:

    Terimakasih pa.
    Pa, saya mau nanya kalo effluent dari reaktor anaerob yg masuk ke kolam aerasi di tempat kerja praktek (KP) saya kok berwarna hitam ya pa ? Jadi di kolam aerasi itu air limbahnya berwarna hitam dan bau.
    Sedangkan di 2 plant wwt yg tidak ada reaktor anaerobnya tidak berwarna hitam pa kolam aerasi nya.
    Itu disebabkan oleh apa ya pa ? Apa biomass nya yg ikut terbawa keluar reaktor atau ada reaksi kimia yg terjadi yg menyebabkan warna nya menjadi lebih hitam ya pa ?
    Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: