Indonesian Waste Water Treatment (WWT) Forum

Home » Uncategorized » WWT for Hospital

WWT for Hospital

Blog Stats

  • 19,045 hits
July 2009
M T W T F S S
« Jun   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives – Arsip

Today is saturday, 18 July 2009. Saya baru saja visit dan evaluasi dari WWT system sebuah rumah sakit di Riau. Hasilnya cukup lumayan:

1. Saya lakukan uji microscopic test, wow…free swimming, ciliate, rotifer bermunculan, alhamdulillah desain WWT saya setahun yang lalu sudah membuahkan hasil yang bagus.

2. pH lebih cenderung kurang dari 6, saya recomendasikan untuk cross check dengan pH meter, kertas lakmus, check sensor pH probe dan auto sensor. Membuat larutan alkali agar di naikkan konsentrasinya, sehingga pH bisa normal kembali.

3. Lakukan uji MLSS di aerasi, secara sekilas populasi microorganism sudah mulai bagus, tinggal di pastikan secara lab dan perhitungan actual F/M ratio yang ada.

Semoga semakin lancar saja


11 Comments

  1. Yandi Hermawan says:

    Dear Pak Dwi,
    1.Menurut informasi yg dirilis DepKes Q1 2009 RS yg punya IPAL hanya +/- 36 % , oleh karena itu saya dan teman-teman swasta sedang memperhatikan jenis sistem IPAL apa yang paling ekonomis ( tidak memberatkan RS ybs ) dgn baku mutu effluent terkontrol kualitasnya.
    2.Mohon bila mungkin saya mendapatkan informasi IPAL yg telah berjalan baik di Indonesia meliput skets bangunan , dan sistem yang dipakai .
    3.Untuk RS yg di Riau apakah ada kesulitan dalam mengatasi busa ex laundry ( bekas darah dan urine yg mungkin infectious)
    4.Terakhir ,selain aturan Permenkes No 876/2001 dan Permenkes No. 986/1992 apakah ada referensi lain untuk IPAL Rumah Sakit Indonesia.

    Sebelumnya terima kasih atas perhatian Pak Dwi dan saluut atas effort Bpk dalam bidang peningkatan environmental di Indonesia.

    Yandi

    • Dwi Handoyo says:

      Dear Pak Yandi

      Terima kasih atas e-mail bapak.

      1. IPAL untuk rumah sakit, yang paling banyak di pergunakan adalah aerasi sebagaimana di industri. System extended aerasi ini sudah common di pergunakan baik skala industri maupun rumah sakit, ada beberapa alternatif lain seperti RBC (sistem putaran) dan ada juga system “detox” menggunakan sejenis media sarang tawon yang di celupkan di dalam system.

      2. 3. Saya yang design guidance untuk Eka Hospital di Pekan Baru, bapak bisa SMS ke saya di 0817.657.1000 akan saya berikan contact person di sana, jika bapak pingin melihat.

      Untuk busa laundry memang kadang menjadi problems, semakin banyak hyproclorite (byclean) jika di perlukan untuk pencucian akan menyebabkan proses WWT menjadi terhambat, tetapi selama ini masih bisa terhandle di dalam aerated system.

      Untuk sampel darah yang bersifat infectius akan di treatment dengan chlorine yang di injecsikan di akhir system.

      Untuk skala indsutri, biasanya industri international (petrochemical) yang berada di Indonesia, relatif mempunyai WWT yang bagus. Bapak bisa cross check hasil PROPER di kementrial lingkungan. Jika PROPER sudah hijau maka WWT system memang sudah berjalan bagus.

      4. Saya sempat berkunjung ke RSP Pertamina pusat, juga mempergunakan system aerasi. Selama ini saya lebih banyak berkeliling di dunia industri.

      Regards
      dwih

  2. Mugiono says:

    Assalamualaikum pak dwi dgn saran dari pak dwi kemarin maka bod dan cod sudah turun sekarang tinggal po4 dan micro masih tinggi kami minta bantu pak dwi apa langkah selanjutnya untuk menurunkan po4 dan micro trims pak dwi wassalam

    • dwihandaya says:

      Wass

      Pak Mugi

      PO4 dan bactericolli tinggi karena kinerja chlorine tidak maksimal pak… beberapa case yang ada sering terjadi sumbatan / gumpalan sehingga pompa chlorine macet…

      Sebaiknya di pergunakan chlorine cair langsung dari pada yang tablet, agar resiko sumbatan bisa di kurangi.

      PAstikan lagi dosis sepertinya terlampau kecil dari design awal dulu..

      Rencana ekspansi bagaimana ?

      dwih
      lagi di Jogja

  3. prayit says:

    pak dwi yth
    ada bebrapa hal yang ingin dapatkan informasi.
    1. apakah sdh ada IPAL rumah sakit yang terpadu di indonesia ? dan IPAL tsb menggunakan sistem pengolahan apa?
    2. teknologi apa yang paling efektif untuk IPAL rumah sakit?
    terima kasih atas bantuannya, informasinya.
    prayit

    • dwi handoyo says:

      Pak Prayit

      1. Rata rata IPAL rumah sakit di buat untuk rumah sakit tsb sendiri, sepertinya jarang rumah sakit yang berada di dalam kawasan. IPAL yang ada tetap harus biological treatment bisa pakai extended aeration, ada biodetox ada RBC dll.

      2. Selama ini teknologi IPAL yang paling banyak di pergunakan masih extended aerobic activated sludge, efektifitas masih ok, para designer kadang terlewatkan masalah NH3 dan PO4 saja..

      contact kami jika masih ada pertanyaan lanjutan

      dwihandaya
      E : dwihandaya@gmail.com

  4. Dewi says:

    Pak Dwi,,,saya mahasiswa Teknik Lingkungan.
    sedang mengerjakan tugas akhir mengenai pengoLahan Limbah rumah sakit dengan SBR.
    kaLau ada saya mau minta toLong diberi referensi artikeL atau jurnaL ttg itu pak.
    maaf kaLau kurang sopan
    terimakasih

  5. dwihandaya says:

    Dewi

    Ada 3 artikel SBR sudah di kirim via email

  6. Fitria says:

    Dear Pak Dwi
    saya mempunyai permasalahan mengenai IPAL rumah sakit yg menggunakan SBR. Jika berkenan saya ingin diskusi dengan Bapak via email. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: